Hay friends, Dengerin lagu yuks
Hehehehe ..
Qinthani Dhea ST

Perempuan, 24 tahun

Bogor, Indonesia

Ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
::
Journal of Sincerity
Shutdown

Navbar Bawah

Cari Blog Ini

Senin, 11 November 2013

Totalitas keikhlasan dalam fenomena kehidupan


Ikhlas adalah sebuah energi Ilahi yang mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. Juga merupakan sumber dari seluruh energi yang ada di alam semesta ini dengan intinya adalah manusia itu sendiri. Makanya ikhlas ini sangat subjektif adanya, dan begitu banyak terminogi yang mendefinisikan tentang ikhlas ini.
Meski makna dan nilai serta tujuannya adalah sama yakni bagaimana kita melakukan penyerahan diri secara totalitas kepada Allah SWT. Namun sebagai wujud konkritnya dalam kehidupan sehari-hari begitu sulit untuk mengaplikasikannya !” Maka dari itu saking tidak mudahnya, sudah menjadi bukan rahasia umum lagi bagi yang mendalami pemahaman tasawuf, ikhlas adalah merupakan ilmu yang tertinggi di alam semesta ini.

Memaknai sebuah ikhlas atau keikhlasan memang tidak semudah yang dibayangkan ! diperlukan sebuah latihan yang tentunya didasari oleh sebuah pemahaman serta keimanan dan keyakinan yang utuh kepada Allah SWT. Ditambah dengan mental serta daya juang yang kuat untuk mencapainya. Ketika kita dihadapkan oleh sebuah realita yang buruk dalam hidup ini, maka disinilah peran ikhlas ini kita fungsikan. Bahkan disaat senang kita juga dituntun untuk selalu dalam keadaan ikhlas. Memang letak sulitnya dalam kehidupan ini adalah ketika manusia dituntut untuk selalu ikhlas dalam keadaan apapun suka maupun duka.

Lebih lanjut memaknai sebuah keikhlasan ini adalah bagaimana diri kita selalu dikondisikan dalam keadaan kosong atau nol, baik itu dengan sholat maupun zikir. Dengan begitu kita selalu bersih suci, tanpa noda, sekali ada noda terbersihkan dengan ikhlas ini. Banyak jalan menuju titik ikhlas. Diantaranya dengan sholat juga zikir ataupun tadarrus Al-quran. Namun ini masih sebuah esensinya, dan eksistensinya sendiri kita serahkan diri kita secara total hanya kepada Allah, lalu kemudian kita tutup dengan zikir sebanyak-banyaknya, se-khusyuk mungkin ! kalau perlu dan mampu tanpa putus. Yang ada hanya kekosongan dan kepasrahan. Ketenangan dan kedamaian yang laur biasa. Semuanya menuju ke satu titik yakni ikhlas. Walapun demikian untuk melaksanakan Ibadah tersebut saja, terkadang sangat sulit dan terasa berat untuk melakukannya. Padahal disinilah sebuah titik awal dari sebuah proses keikhlasan itu kita ingin capai.

Bukan hanya itu ketika kita terbiasa untuk selalu ikhlas dengan merasakan dan masuk kedalam sebuah eksistensiNya, eksistensi Allah SWT, maka berkah, rahmat, serta keselamatan, kebahagiaan dan sebagainya akan dengan mudah kita raih. Kualitas diri kita sebagai manusia dalam meniti aktifitas dalam kehidupan ini semuanya terealisasi dengan penuh berkahNya lahir maupun batin. Semua itu adalah manifestasi dari ikhlas.

Begitu luasnya makna dari ikhlas ini, sehingga bagi para ahli-ahli sufi memberikan berbagai interpretasi dari hasil penceburan dirinya dalam lautan ikhlas ini bahwa dengan berjuang dalam eksistensi ikhlas dalam kehidupan di dunia fana ini adalah merupakan salah satu dari makna jihad untuk bertemu dengan Allah SWT, dengan begitu secara tersurat dan tersirat mengatakan inilah sebuah ilmu teringgi yang diberikan oleh manusia, sebuah pemahaman yang hakiki di alam semesta ini. Barangkali kita masih ingat sebuah sinetron yang dibintangi oleh Deddy Mizwar, sebuah sinetron religius dengan tema yang didalamnya adalah bagaimana manusia bisa memaknai “Ilmu Ikhlas” dalam laku sehari-hari. Begitu juga buku yang dikarang oleh Erbe Sentanu, berjudul “Quantum Ikhlas” yang sempat popular di Indonesia, semuanya itu memberikan sebuah pemahaman bahwa ikhlas memang adalah sebuah fenomena manusia di dunia ini untuk begaimana kita bisa mengamalkannya kapan dan dimana saja.

Dalam menulis sekalipun yang disertai komentar-komentar yang diberikan oleh orang lain, entah itu baik atau buruk tetap kita ekspresikan dengan membalas komentar tersebut dengan energi-energi keikhlasan. Sangat jelas terlihat jika ada komentar-komentar yang dilakukan tidak dilandasi dengan ikhlas, yang terkesan dengan gaya bahasa intonasinya. Padahal, komentar yang dijawab dengan energi ikhlas ketika kita membacanya terjadi sebuah koneksitas anatara yang menulis dan yang membaca, antara penulis dengan yang komentator tulisan tersebut, antara komentator satu dengan yang lainnya semua saling terkoneksi menjadi satu dan saling tarik menarik dengan satu energi ikhlas yang memang hanya hanya satu.

Itulah makna ikhlas yang maha luas, sebuah pemahaman yang di telah lama dicari oleh manusia-manusia di muka bumi ini, manusia-manusia yang selalu tertuntun dengan kesadaran tertingginya untuk memahami bahwa merekalah manusia-manusia yang diberikan karunia sebagi mahkluk yang memiliki derajat tertinggi di alam semesta ini. Dengan demikian salah satu kunci untuk membuka jalan menuju proses mencapai ilmu tertinggi adalah Ikhlas, yang sekaligus jalan menuju sebuah pengenalan jati diri kita sebagai manusia.

Akhir dari tulisan sederhana dan tidak ada apa-apanya ini, saya hanya berharap kepada seluruh teman yang saya muliakan, bagi yang sempat membacanya, untuk marilah kita menghayati makna totalitas keikhlasan dalam fenomena kehidupan ini dengan penuh penghayatan dan pengamalan. Sama seperti fenomena alur nafas kita yang keluar masuk sesuai dengan ritmenya, namun intinya mutlak ada dalam diri kta.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr (59) : 18)

0   komentar

Cancel Reply